Wah, Ini Bahayanya Telat Bayar Asuransi!

Saat terdaftar sebagai nasabah asuransi, Anda sudah menyepakati hak dan kewajiban yang Anda buat bersama pihak asuransi. Salah satu kewajiban yang harus Anda patuhi adalah membayar premi alias iuran asuransi tepat waktu. Kalau sampai telat, ada konsekuensinya!

  1. Status Kepesertaan Ditangguhkan

Bila Anda telat bayar premi, maka hal ini akan memengaruhi status kepesertaan Anda. Pihak asuransi akan menghentikan status kepesertaan Anda untuk sementara waktu sampai premi dibayar.

Jika status kepesertaan Anda tidak aktif, maka ini artinya Anda tidak bisa menggunakan asuransi tersebut alias klaim akan ditolak. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan, jika peserta BPJS telat bayar premi alias iuran BPJS selama satu bulan, maka penjaminan kepada peserta akan dihentikan untuk sementara waktu.

Kepesertaan Anda akan aktif lagi setelah semua tunggakan lunas. Setelah itu, Anda baru bisa kembali memanfaatkan pelayanan kesehatan yang dijamin BPJS sesuai dengan peraturan yang berlaku.

  1. Denda

Jika telat bayar premi, hati-hati karena akan ada denda. Termasuk buat Anda yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan, batas maksimal telat bayar premi asuransi adalah 30 hari. Tenang saja, Anda tidak akan dikenakan denda saat melunasi tagihan iuran BPJS tersebut.

Akan tetapi, setelah Anda melunasi tunggakan, Anda tidak bisa menggunakan kartu BPJS untuk pelayanan rawat inap 45 hari setelah kartu BPJS kembali aktif. Jika dalam rentang waktu 45 hari Anda membutuhkan pelayanan rawat inap yang dijamin BPJS Kesehatan, maka Anda akan dikenakan denda sebesar 2,5 persen dari total biaya dan dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak.

  1. Pemblokiran Kepesertaan

Jika telat bayar premi adalah kebiasaan Anda, kemungkinan terburuknya adalah status kepesertaan Anda akan dinonaktifkan. Maksudnya Anda sudah tidak bisa lagi memanfaatkan asuransi yang Anda miliki di pelayanan kesehatan mana pun.

Berdasarkan ketentuan polis standar pada Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pembayaran premi alias iuran asuransi harus sudah dibayar lunas dalam waktu 30 hari. Bila melebihi waktu tersebut dan biayanya terus menunggak selama kurun waktu tertentu, maka status kepesertaan Anda otomatis akan batal dengan sendirinya.

 Jadi, bagaimana agar kepesertaan asuransi Anda tidak bermasalah. Pilih bank yang bisa mendukung Anda dalam membayar asuransi tepat waktu, 24 jam, bisa jadi pilihan.

Di Bank Syariah Mandiri, Anda bisa melakukan pembayaran BPJS maupun asuransi dengan cepat dan mudah. Tentu saja lewat aplikasi Mandiri Syariah Mobile. Semua kemudahan perbankan bisa diakses melalui ponsel Anda.

Tunggu apa lagi, langsung buka Rekening Online Bank Syariah Mandiri di Mandiri Syariah Mobile sekarang!